Trading For A Living di Pasar Modal

Konsep Trading for a living adalah konsep sederhana tentang kehidupan trader saham di pasar modal.

0
358
trading for a living

Trading for a living adalah sebuah konsep sederhana yang selalu ingin diwujudkan oleh para trader saham di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Konsep hidup ini mengusung ide “kita mampu memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari dari kegiatan jual beli saham di pasar modal”.

Meskipun terlihat sederhana tetapi untuk bisa sukses menerapkan konsep ini dalam kehidupan sehari-hari maka kita harus selalu bersikap realistis terhadap kebutuhan hidup dan besarnya modal yang dibutuhkan.

Tidak hanya itu saja, kita juga harus bersikap realistis terhadap prosentase keuntungan yang bisa diperoleh dari kegiatan jual beli saham per hari atau per bulannya.

Jika kita nggak pernah bersikap realistis terhadap beberapa hal diatas maka bisa jadi konsep trading for a living tidak akan pernah bisa terwujud.

Dan bahkan bisa jadi hanya akan menghasilkan penyesalan setelah kita memutuskan keluar dari zona aman sebelumnya.

Kenapa saya berkata seperti ini?

Karena sebenarnya banyak sekali trader saham yang nggak pernah bersikap realistis terhadap bisnis trading saham ini.

Dan hal ini kemungkinan terjadi karena adanya mindset yang salah tentang prosentase keuntungan di pasar modal dibanding risiko yang bisa diterima.

Besarnya Kebutuhan, Prosentase Keuntungan, dan Modal Trading For A Living

Sebelum kita menjalankan konsep ini, terlebih dahulu kita harus menghitung besarnya kebutuhan kita per bulan atau per tahun.

Dan besarnya kebutuhan hidup setiap trader saham tidaklah sama antara yang satu dengan yang lainnya. Semakin besar kebutuhan hidup maka semakin besar modal yang diperlukan.

Jika kebutuhan hidup saya adalah 10 Juta per bulan belum tentu dengan uang sebesar itu kebutuhan hidup kamu akan tercukupi.

Begitu juga dengan besarnya prosentase keuntungan yang bisa diperoleh dari kegiatan trading saham. Prosentase keuntungan yang bisa dihasilkan oleh setiap trader saham juga nggak sama.

Jika kamu bisa menghasilkan keuntungan per bulan sebesar 10% dari trading saham belum tentu saya bisa melakukannya.

Saya sendiri rata-rata hanya bisa menghasilkan prosentase keuntungan sebesar 3% sampai dengan 5% per bulannya. Itu pun juga terjadi ketika pasar sedang dalam kondisi bullish.

Setelah kita tahu besarnya kebutuhan dan prosentase keuntungan yang bisa diperoleh setiap bulannya maka kita bisa menghitung besarnya modal trading saham.

Karena besarnya kebutuhan saya adalah 10 Juta per bulan dengan prosentase keuntungan sebesar 3% sampai dengan 5% perbulan maka modal yang saya butuhkan adalah 200 sampai dengan 333 Juta Rupiah.

Kok bisa? bisa donk, silahkan kamu bagi besarnya kebutuhan hidup dengan besarnya prosentase keuntungan untuk menghitung modal trading saham yang dibutuhkan.

Jika kamu sekarang sudah tahu bagaimana cara menghitung variabel konsep trading for a living maka kini saatnya bagi kamu mewujudkannya.

Sukses Menjalankan Konsep Trading For A Living

Agar kamu bisa menjalankan konsep ini dengan sukses maka ada beberapa hal yang ingin saya sampaikan.

Pertama, kamu harus ingat bahwa trading saham itu nggak mudah, diperlukan keahlian khusus agar sukses menjalankannya. Keahlian khusus yang saya maksud disini adalah sabar dan berani.

Sabar menunggu harga saham bergerak sampai menyentuh harga titik jenuh jual. Dan berani mengambil keputusan membeli atau menjual saham berdasarkan hasil analisis.

Kedua, sangat disarankan agar kamu memulai menjalankan konsep trading saham ini dimulai dengan tanpa hutang.

Kenapa? karena bisnis trading saham bisa menjadi sebuah bisnis yang penuh dengan tekanan. Apalagi ketika saham yang barusan kita beli salah arah dan menghasilkan kerugian.

Jangan sampai tekanan membayar hutang menjadikan kamu berpikir tidak realistis sehingga keputusan yang kamu ambil menjadi salah dan hanya menghasilkan kerugian.

Ketiga, kamu harus ingat selalu bahwa pasar modal penuh dengan ketidakpastian dan yang pasti di pasar modal adalah adanya ketidakpastian itu sendiri.

Tidak ada yang bisa menolong kamu karena yang bisa menolong kamu di pasar modal adalah Tuhan dan diri kamu sendiri.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here