Trading Saham Atau Investasi Saham

Trading dan investasi mempunyai sedikit perbedaan terutama mengenai perbedaan sudut pandang dan waktu memiliki saham.

0
392
trading saham atau investasi saham

Trading saham atau investasi saham adalah sebuah pilihan yang harus dihadapi oleh setiap pelaku pasar modal terutama bagi mereka yang baru bergabung.

Trading saham adalah kegiatan membeli dan menjual saham dalam periode waktu yang begitu singkat (hari atau minggu).

Kemudian didalam trading saham itu sendiri dikenal dengan istilah day trading dan swing trading.

Day trading adalah kegiatan membeli dan menjual saham dalam periode waktu (hari) yang sama.

Contoh day trading: kamu membeli saham pada hari senin pagi (sesi I) kemudian menjualnya di hari yang sama ketika pasar akan ditutup (sesi II).

Sedangkan swing trading adalah kegiatan membeli saham dan kemudian menjualnya setelah beberapa hari kemudian.

Contoh swing trading: kamu membeli saham agriculture (AALI) pada hari senin kemudian menjualnya pada hari rabu berikutnya ketika harga saham naik 3%.

Sedangkan jika kita berbicara investasi saham, sebenarnya secara mekanisme keduanya mempunyai kesamaan.

Sama-sama membeli saham dan kemudian menjualnya untuk merealisasikan keuntungan atau mengurangi kerugian.

Hanya saja orang yang ingin menginvestasikan uangnya di pasar modal mempunyai sedikit pandangan yang berbeda dibandingkan seorang trader saham.

Sudut Pandang Dalam Investasi Saham

Orang yang ingin berinvestasi di pasar modal biasanya adalah seorang investor yang membeli saham karena ingin memiliki bisnis dan bukan sekedar lembaran saham.

Dan biasanya mereka nggak peduli dengan naik turunnya harga saham di pasar modal untuk tiap harinya.

Selama dia membeli saham di harga yang wajar maka dia akan memegang sahamnya sampai batas waktu yang telah ditentukan dengan tenang.

Dia hanya akan menjual saham hanya jika kriteria tertentu telah terpenuhi seperti kondisi kinerja perusahaan dan waktu investasi.

Dan tentu saham yang mereka pilih biasanya adalah saham-saham perusahaan berkinerja bagus.

Karena mereka membeli bisnis dan bukan sekedar lembaran saham maka mereka memperlakukan saham seperti memperlakukan bisnis.

Mereka juga aktif melakukan analisis kinerja setiap kuartal dengan data keuangan yang berasal dari laporan keuangan perusahaan yang sahamnya dibeli.

Laporan keuangan secara rutin dirilis per triwulan ke publik sebagai bahan evaluasi terhadap kinerja perusahaan.

Dan setiap investor saham setidaknya melakukan evaluasi kinerja perusahaan secara rutin agar mengetahui perkembangan bisnisnya.

Jika bisnis yang dibeli dirasa kedepannya mempunyai kinerja yang tidak baik maka itulah waktu yang tepat menjual atau melepas sahamnya ke pasar modal.

Tetapi, selama bisnis yang dibeli masih mampu membukukan keuntungan secara rutin maka sahamnya akan tetap disimpan karena nggak ada alasan menjualnya.

Investor saham bisa juga menjual sahamnya karena waktu investasi sudah tercapai karena dia berinvestasi untuk memenuhi biaya pendidikan anak.

Sudut Pandang Dalam Trading Saham

Berbeda dengan seorang investor, seorang trader saham hanya menganggap saham tidak lebih dari sekedar instrumen perdagangan.

Setiap saat dia mencari saham yang layak dibeli karena secara teknikal berada pada kondisi oversold dan siap bergerak naik harganya.

Seorang trader jarang sekali memiliki saham dalam kurun waktu yang lama seperti seorang investor, mungkin bahkan tidak pernah.

Seorang investor mampu memegang saham dalam waktu tahunan sedangkan seorang trader saham paling lama hanya dalam waktu mingguan.

Prosentase Keuntungan Trading VS Investing

Jika kita berbicara mengenai perbedaan prosentase keuntungan, sebenarnya kita sedang berbicara mengenai interpersonal skill.

(Yaitu) kemampuan masing-masing pelaku pasar modal (investor atau trader saham) dalam mencatatkan keuntungan.

Biasanya seorang investor hanya menargetkan keuntungan dalam rentang 15% – 20% per tahun, yaitu prosentase keuntungan diatas deposito.

Meskipun kelihatannya sedikit tetapi jika kita konsisten mencapainya sampai batas waktu tertentu maka kita bisa bebas finansial diakhir waktu.

Perlu kamu ketahui bahwa investor terkenal di dunia, Warren Buffet, hanya mendapatkan keuntungan sebesar 20% pertahun untuk bisa menjadi orang terkaya.

Sedangkan jika kita berbicara target keuntungan trader saham, biasanya mereka menarget keuntungan sebesar 3% – 5% per bulannya.

Kenapa? Karena mereka melihat bahwa fluktuasi harga saham pasar modal memungkinkan hal ini bisa tercapai.

Tetapi perlu kamu ketahui, bahwa untuk bisa mendapatkan keuntungan sebesar itu diperlukan kemampuan manajemen modal dan disiplin yang bagus.

Jika kamu belum menguasai kemampuan tersebut maka bisa jadi kamu hanya akan membukukan kerugian.

Dan selain itu, secara psikologis kehidupan trader saham lebih nggak tenang dibandingkan investor saham.

Sekarang kamu pilih yang mana, investasi saham atau trading saham.

Sebelum kamu memutuskan sebuah pilihan, silahkan kamu lakukan riset dan analisis terlebih dahulu terhadap diri kamu sendiri.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here