Analisis Kualitatif Perusahaan

0
128
Analisis Kualitatif Perusahaan
Analisis Kualitatif Perusahaan

Analisis kualitatif perusahaan adalah salah satu cara menganalisis saham perusahaan secara mikro ekonomi yang tentu tujuannya adalah menemukan saham terbaik diantara daftar saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Beberapa hal yang perlu kita perhatikan ketika melakukan analisis kualitatif antara lain adalah.

Model Bisnis Perusahaan

Sebelum memutuskan “Akan membeli saham yang mana” maka kita sebagai trader atau investor khususnya harus mengetahui terlebih dahulu model bisnis yang dijalankan oleh perusahaan yang sahamnya akan kita beli.

Jangan sampai, kita membeli saham perusahaan tanpa memahami terlebih dahulu model bisnis yang sedang dijalankan oleh perusahaan tersebut. Kenapa? Karena hal seperti ini, sama saja kita sedang berjudi dengan masa depan kita sendiri.

Dan yang namanya judi, pihak yang berpeluang besar menang pastilah bandar (pasar).

Dan jika kita ingin menjadi seorang investor saham, hal mendasar yang perlu kita pahami terlebih dahulu adalah “Membeli saham sama dengan membeli bisnis”.

Ketika kita memahami model bisnis saham perusahaan yang sedang kita beli maka kita tidak akan mudah termakan isu yang sedang beredar. Dan kita pun tidak akan terjebak menjual saham ketika investor lain sedang panik menjual saham karena isu-isu tidak benar yang sedang beredar, dan kita pun mungkin malah akan menambah kepemilikan saham karena kita tahu bahwa isu yang beredar tersebut tidak benar.

Sebenarnya, mudah sekali memilih saham perusahaan berdasarkan model bisnisnya. Misalnya, jika kamu adalah karyawan sebuah bank maka kamu bisa membeli saham bank, karena bisnis perbankan adalah bisnis yang selalu menguntungkan terutama ketika ekonomi mulai berkembang.

Tetapi kita harus ingat, meskipun kita adalah karyawan bank, bukan berarti kita harus membeli saham perbankan, mungkin malah sebaliknya, kita tidak akan membeli saham perbankan karena kita sudah tahu betul model bisnis perbankan itu seperti apa.

Jadi, dengan mengetahui model bisnis perusahaan maka kita akan dengan mudah memutuskan, apakah kita akan membeli saham tersebut atau akan menghindari saham tersebut selama-lamanya.

Note: saya sangat senang mempunyai saham perusahaan yang usahanya selalu mampu membukukan keuntungan secara konsisten seperti saham UNVR (berjualan barang-barang konsumsi).

Jadi pada intinya, memahami model bisnis perusahaan adalah hal yang sangat penting untuk dilakukan pertama kali ketika akan memilih sebuah saham perusahaan.

Dan ingat, pilihlah model bisnis yang kamu pahami dengan baik, kenapa? karena kamu akan mengetahui dengan baik, kondisi perusahaan seperti apa yang mampu menghasilkan keuntungan maupun kerugian.

Posisi Perusahaan diantara Perusahaan lain yang sejenis (Kompetitor)

Setelah kita mengenal model bisnis perusahaan maka kita perlu melihat posisi perusahaan yang akan kita beli sahamnya diantara perusahaan sejenis model bisnisnya.

Misalkan kita akan membeli saham yang bisnis utamanya adalah berjualan bahan bangunan yaitu semen (lihat daftar saham semen).

Diantara saham semen maka kita bisa memilih perusahaan semen yang berkinerja paling baik, dan tentu perusahaan tersebut pasti didukung oleh banyak faktor terutama pangsa pasar (jumlah konsumen loyal) dan lain sebagainya.

Perusahaan Semen (SMGR)
Perusahaan Semen (SMGR)

Kenapa kita perlu mengetahui posisi perusahaan? karena hal ini akan membantu kita dengan mudah untuk memilih saham terbaik diantara ratusan saham yang telah terdaftar di BEI.

Keunggulan Kompetitif Perusahaan

Langkah ketiga adalah mengetahui keunggulan kompetitif masing-masing perusahaan, dengan mengetahuinya maka kita setidaknya mampu memprediksi dengan lebih akurat akan masa depan perusahaan tersebut.

Arti sebuah keunggulan kompetitif adalah “Sesuatu paling berharga yang tidak dimiliki oleh kompetitor lainnya, dan hal tersebut adalah kunci sukses perusahaan ketika mencetak keuntungan”.

Misalkan saja, ketika ada pertandingan pencak silat yang diikuti oleh dua orang jawara, pasti diantara keduanya ada yang mempunyai kemampuan lebih dibanding lainnya, misalkan saja kecepatan, maka bisa jadi jawara dengan kecepatan lebih tinggi itulah yang akan selalu menang.

Jadi, bisa dikatakan juga, bahwa kunci sukses bersaing dengan kompetitor adalah mampu menjaga keunggulan kompetitif tersebut dan bahkan mampu menciptakan keunggulan-keunggulan lain atau inovasi baru.

Contoh lain dibidang industri antara lain adalah mie instan dengan merek Indomie, meskipun banyak sekali bermunculan mie dengan merek-merek baru, tetap saja Indomie selalu di hati masyarakat.

Produk Mie Instan (Indomie)
Produk Mie Instan (Indomie)

Kenapa hal ini bisa terjadi? karena merek Indomie adalah sebuah keunggulan kompetitif dibandingkan merek lain.

Bentuk Keunggulan Kompetitif Perusahaan

banyak sekali bentuk keunggulan kompetitif perusahaan yang bisa kita pelajari, antara lain adalah

  1. Adanya kekuatan merek, seperti Indomie, Coca-Cola, Sanyo, dan lain sebagainya.
  2. Adanya hak paten.
  3. Adanya kekuatan monopoli, seperti perusahaan-perusahaan BUMN.
  4. Adanya sumber daya alam, misalnya didalam dunia pertambangan energi.
  5. Jumlah pangsa pasar atau konsumen loyal.
  6. Reputasi perusahaan yang sudah terpercaya dihadapan konsumennya.
  7. Adanya aset atau modal bersaing yang kuat.
  8. Kemampuan perusahaan untuk terus berinovasi dan memanfaatkan sumber daya yang dimilikinya dengan baik dan tepat.

Susunan Manajemen Pengelola Perusahaan

Percuma saja, perusahaan yang mempunyai banyak keunggulan tetapi dikelola oleh manajemen yang buruk, suka korupsi, malas, tidak tahu arti sebuah bisnis, dan suka berbohong.

Siapa pemilik perusahaan yang ingin perusahaannya dikelola oleh orang-orang seperti ini, saya yakin tidak akan ada pemilik perusahaan yang akan mengiklaskannya.

Jika kita membeli sebuah saham perusahaan maka kita lah sebagian pemilik perusahaan tersebut.

Memang tidak mudah untuk mengetahui dengan pasti karakteristik masing-masing manajemen tersebut, apalagi jika kita adalah investor retail. Tetapi setidaknya, kita bisa mengetahui karakteristik manajemen perusahaan melalui beberapa cara sebagai berikut,

Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS)

Setidaknya, kita bisa menghadiri RUPS perusahaan dan mengenal manajemennya, dan setidaknya kita bisa berinteraksi dengan mereka meskipun sebentar.

Kita pun bisa mencoba berkenalan juga secara langsung dengan mereka, dan hal ini pun tergantung kemampuan kita berkomunikasi dengan orang lain.

Dan dari RUPS setidaknya kita bisa tahu bagaiman respon mereka terhadap beberapa pertanyaan seputar masa depan bisnis perusahaan mulai dari pengembangan, isu-isu yang sedang beredar, dan lain sebagainya.

Kepemilikan Saham Manajemen

Manajemen yang mempunyai saham perusahaan adalah salah satu indikator baik, kenapa? karena setidaknya mereka juga mempunyai kepentingan terhadap harga saham.

Dan mereka pasti juga tidak ingin harga saham yang mereka miliki mengalami penurunan harga, sehingga mereka pun akan lebih giat memajukan perusahaan melalui inovasi-inovasi baru.

Hal ini, secara langsung juga akan membantu kita sebagai pemilik saham perusahaan.

Konsistensi

Kita perlu memilih manajemen yang selalu konsisten dengan keputusannya, kenapa? karena hal ini menunjukkan sikap manajemen itu sendiri.

Terutama jika berkaitan dengan strategi perusahaan untuk mendapatkan keuntungan yang sebesar-besarnya.

Manajemen yang nggak pernah berpegang teguh prinsip “Konsistensi” maka bisa dipastikan kinerja perusahaan juga tidak akan pernah konsisten terus membukukan keuntungan (profit).

Bagaimana cara kita mengetahui konsistensi manajemen?, kita bisa mengetahuinya melalui hasil RUPS dan penerapannya dikemudian hari. Apakah yang dikatakan di RUPS benar-benar dilaksanakan atau malah sebaliknya.

Website Perusahaan

Untuk mengetahui susunan manajemen perusahaan, hal yang paling mudah dilakukan yaitu melalui website perusahaan itu sendiri, perusahaan yang bagus pasti mampu memberikan informasi yang jelas tentang profil mereka kepada para investor.

Dan untuk melakukan hal ini, kita nggak perlu mengeluarkan banyak biaya.

Setelah kita tahu siapa saja susunan manajemen, maka kita bisa melakukan penelusuran melalui internet terhadap masing-masing individu tersebut. Dan kita bisa mengetahui masing-masing profil manajemen secara jelas.

Penerapan Tata Kelola Perusahaan atau Good Corporate Governance (GCG)

Kasus GCG dunia yang paling menggemparkan adalah kasus penipuan akuntansi yang dilakukan oleh Enron Corporation pada tahun 2001 melalui perusahaan akuntansi Arthur Andersen.

Enron sendiri adalah perusahaan yang mempekerjakan sekitar 21.000 orang pegawai dan merupakan salah satu perusahaan terkemuka di dunia dalam bidang listrik, gas alam, bubur kertas dan kertas, dan komunikasi.

Enron mengaku penghasilannya pada tahun 2000 berjumlah $101 miliar. Fortune menamakan Enron “Perusahaan Amerika yang Paling Inovatif” selama enam tahun berturut-turut. Enron menjadi sorotan masyarakat luas pada akhir 2001, ketika terungkapkan bahwa kondisi keuangan yang dilaporkannya didukung terutama oleh penipuan akuntansi yang sistematis, terlembaga, dan direncanakan secara kreatif. Operasinya di Eropa melaporkan kebangkrutannya pada 30 November2001, dan dua hari kemudian, pada 2 Desember, di AS Enron mengajukan permohonan perlindungan Chapter 11. Saat itu, kasus itu merupakan kebangkrutan terbesar dalam sejarah AS dan menyebabkan 4.000 pegawai kehilangan pekerjaan mereka.

Tuntutan hukum terhadap para direktur Enron, setelah skandal tersebut, sangat menonjol karena para direkturnya menyelesaikan tuntutan tersebut dengan membayar sejumlah uang yang sangat besar secara pribadi. Selain itu, skandal tersebut menyebabkan dibubarkannya perusahaan akuntansi Arthur Andersen, yang akibatnya dirasakan di kalangan dunia bisnis yang lebih luas.

Enron masih ada sekarang dan mengoperasikan segelintir aset penting dan membuat persiapan-persiapan untuk penjualan atau spin-off sisa-sisa bisnisnya. Enron muncul dari kebangkrutan pada November 2004 setelah salah satu kasus kebangkrutan terbesar dan paling rumit dalam sejarah AS. Sejak itu, Enron menjadi lambang populer dari penipuan dan korupsi korporasi yang dilakukan secara sengaja.

Sumber: https://id.wikipedia.org/wiki/Enron

Jadi pada intinya, kita harus memilih saham-saham perusahaan yang menerapkan GCG dengan baik. Dan pada saat ini, GCG selalu digaungkan oleh perusahaan-perusahaan di Indonesia.

Dan untuk mengetahui, apakah perusahaan menerapkan GCG atau tidak, maka kita bisa mempelajarinya melalui website mereka. Biasanya, perusahaan dengan penerapan GCG yang baik pasti akan menyampaikan informasi secara detail kepada investornya yang biasanya melalui website mereka.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here