Analisis Kuantitatif Perusahaan

0
185
Analisis Kuantitatif Perusahaan
Analisis Kuantitatif Perusahaan

Setelah kita melakukan analisis perusahaan secara kualitatif maka langkah selanjutnya menganalisis perusahaan secara kuantitatif yaitu dengan memeriksa laporan keuangannya.

Laporan keuangan menunjukkan gambaran kinerja perusahaan dalam suatu waktu tertentu, antara lain gambaran tentang besar kecilnya keuntungan yang diperoleh perusahaan.

Laporan keuangan perusahaan sendiri bisa diperoleh melalui beberapa sumber, antara lain adalah,

Perusahan-perusahaan tersebut menyampaikan datanya ke publik biasanya secara bertahap, antara lain adalah jumpa pers (pers release), kuartal, dan tahunan.

Laporan keuangan terdiri dari beberapa kelompok informasi, antara lain adalah,

  • Balance Sheet (Neraca).
  • Income Statement (Laporan Laba Rugi).
  • Cash Flow (Laporan Arus Kas).
  • Shareholder’s Equity Statement (Laporan Perubahan Ekuitas.

Balance Sheet (Neraca)

Pada bagian ini kita akan menemukan laporan tentang kondisi aset/aktiva (assets), kewajiban utang/beban (liabilities), dan kepemilikan modal (shareholder’s equity). Dan melalui bagian ini kita akan mengetahui tingkat kekayaan perusahaan.

Disebut sebagai balance sheet karena laporan ini adalah laporan keseimbangan antara aset, kewajiban, dan modal.

Aset = Kewajiban + Modal

Aset adalah banyaknya harta kekayaan yang dimiliki oleh perusahaan, misalnya uang cash, bangunan, kendaraan, mesin, dan barang persediaan. Dan perusahaan membeli semua aset tersebut bisa melalui hutang maupun modal (uang pemegang saham dan keuntungan).

Penjelasan Beberapa Istilah didalam Balance Sheet (Neraca)

Aset Lancar (Current Assets) adalah aset yang mudah dirubah menjadi kas atau uang seperti persediaan, piutang, dan kas.

Aset Tidak Lancar (Non-Current Assets) adalah aset yang tidak mudah dirubah menjadi kas atau uang seperti kendaraan, bangunan, dan mesin.

Hutang Lancar (Current Liabilities) adalah hutang yang harus dibayar dalam jangka waktu setahun, seperti hutang kepada pemasok bahan.

Hutang Tidak Lancar (Non-Current Liabilities) adalah hutang jangka panjang, seperti hutang kepada bank, dan obligasi.

Modal (Equity) adalah segala sesuatu yang dimiliki oleh pemegang saham, untuk menghitungnya kita bisa mengurangi total nilai aset dengan total kewajiban. Modal sendiri bisa diperoleh melalui beberapa cara, antara lain adalah,

  • Modal disetor (paid-in capital) yaitu sejumlah uang yang diperoleh ketika saham dijual belikan pertama kali di pasar saham.
  • Laba ditahan (retained earnings) yaitu sebagian laba yang tidak dibagikan kepada pemegang saham karena akan digunakan kembali sebagai modal.

Hal yang Perlu Diperhatikan didalam Neraca (Balance Sheet)

  1. Perusahaan yang mempunyai fundamental bagus adalah perusahaan yang mempunyai pertumbuhan aset dan modal yang sangat pesat dari tahun ke tahun. Sehingga sahamnya pun layak untuk dibeli.
  2. Kita harus waspada ketika aset lancar menggelembung tetapi penjualan perusahaan biasa-biasa saja, kenapa? karena hal ini menunjukkan bahwa perusahaan sedang tidak efisien.
    • Hal ini bisa saja terjadi karena perusahaan tidak mampu memanfaatkan kas atau uang yang dimilikinya. Seperti perusahaan yang baru saja IPO tetapi setelah beberapa tahun masih menyimpan uang hasil penjualan saham perdana (IPO).
    • Hal ini bisa juga karena perusahaan tidak mampu berjualan sehingga persediaan barang masih banyak berada di gudang penyimpanan.
    • Hal ini juga bisa disebabkan karena perusahaan tidak mampu menagih piutang konsumennya sehingga hal ini akan mempengaruhi arus kas perusahaan.
  3. Selain itu kita juga harus waspada dengan perusahaan yang memiliki hutang. Jangan sampai kita membeli perusahaan yang mempunyai hutang tidak terkendali karena hutang yang besar akan menjadi beban besar ketika kondisi makro ekonomi tidak baik.
    • Idealnya aset lancar harus lebih besar dibandingkan hutang lancar. Kenapa? karena jika hutang lancar ditagih dan harus mengembalikan maka perusahaan bisa mencairkan aset lancar sehingga perusahaan tidak perlu mencari hutang lagi atau menjual aset tidak lancar seperti kendaraan, bangunan, atau mesin. Karena jika perusahaan menjualnya maka bisa jadi perusahaan tidak bisa menghasilkan produk dan bangkrut.
    • Selain itu aset tidak lancar juga harus lebih besar dibandingkan hutang tidak lancar.
    • Sehingga secara umum bisa dikatakan bahwa aset perusahaan harus lebih besar dibandingkan hutang perusahaan.
    • Dan yang terakhir adalah modal perusahaan harus lebih besar dibandingkan hutang. Karena jika hutang lebih besar dibandingkan modal maka itu berarti mayoritas bisnis perusahaan dibiayai oleh hutang dan hal itu sangat berisiko jika ingin meningkatkan kinerja perusahaan.

Berikutnya kita akan berbicara tentang Income Statement (Laporan Laba Rugi), Statement of Cash Flow (Laporan Arus Kas), dan Shareholder’s Equity Statement (Laporan Perubahan Ekuitas) pada artikel berikutnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here