Beberapa Jenis Aksi Korporasi Perusahaan

0
145
Aksi Korporasi Perusahaan
Aksi Korporasi Perusahaan

Kita harus mengenal beberapa jenis aksi korporasi perusahaan, Kenapa? karena aksi korporasi tersebut baik secara langsung maupun tidak langsung akan mempengaruhi kinerja perusahaan maupun harga sahamnya.

Aksi korporasi perusahaan secara garis besar dibagi menjadi beberapa jenis, antara lain adalah keputusan membagi dividen, restrukturisasi perusahaan, dan merubah harga saham.

  1. Pembagian dividen. Keputusan perusahaan untuk membagi dividen kepada pemegang saham tentu akan mempengaruhi pergerakan harga sahamnya. Dan dividen sendiri adalah jenis keuntungan yang memang ditunggu oleh para pemegang saham khususnya pemegang saham jangka panjang.
  2. Restrukturisasi perusahaan biasanya dilakukan oleh perusahaan untuk mencapai kinerja terbaik atau istilahnya usaha untuk meningkatkan keuntungan perusahaan. Salah satu contohnya adalah perubahan kegiatan bisnis utama, sebelumnya berjualan properti sekarang berjualan energi.
  3. Merubah harga saham juga biasa dilakukan oleh perusahaan seperti stock split, reverse split, right issue atau buyback.

1. Pembagian Dividen

Ketika perusahaan mendapatkan keuntungan dari kegiatan usahanya, seharusnya dia membagi sebagian keuntungan (dividen) dan menahan sebagian lainnya sebagai modal usaha agar perusahaan mampu bertahan dan berkembang.

Dividen adalah salah satu jenis keuntungan yang memang ditunggu oleh para pemegang saham. Kenapa? Karena pada prinsipnya, orang yang membeli bisnis adalah orang yang ingin mendapatkan keuntungan dari bisnis tersebut.

Pembagian dividen sendiri adalah salah satu petunjuk bahwa perusahaan tersebut bertumbuh karena perusahaan yakin tahun-tahun berikutnya mampu membagi dividen lagi (mendapatkan keuntungan terus menerus) tanpa harus memakai seluruh keuntungan sebagai modal usaha.

Nilai dividen yang dibagi kepada pemegang saham untuk setiap perusahaan tidaklah sama, tergantung kebijakan dan kondisi perusahaan itu sendiri.

Ada adakalanya, perusahaan tidak membagi dividen karena keuntungan yang diperoleh akan digunakan membayar hutang, melakukan ekspansi, atau kegiatan lainnya.

Berdasarkan waktu pembagian, dividen dibagi dua jenis. Dividen interim dan dividen ad interim. Dividen interim adalah dividen yang dibagikan kepada pemegang saham pada waktu sebelum tahun buku perusahaan berakhir. Dan terkadang, dividen interim dibagikan kepada pemegang saham setiap kuartal. Sedangkan dividen ad interim adalah dividen yang dibagikan kepada pemegang saham hanya ketika perusahaan mendapatkan bonus.

Tips Terkait Pembagian Dividen

Jika kamu adalah investor jangka panjang yang membeli saham karena menginginkan dividen maka ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.

  1. Carilah perusahan-perusahaan yang rajin membagikan dividen. Perusahaan plat merah (BUMN) adalah perusahaan yang paling rajin membagikan dividen. Meskipun begitu, banyak juga perusahaan swasta yang rajin membagikan dividen, seperti UNVR.
  2. Carilah perusahaan yang memiliki dividen payout ratio tinggi. Semakin tinggi dividen payout ratio maka semakin besar dividen yang didapat.
  3. Cermati tanggal Cum Date dividen perusahaan, dividen hanya akan diberikan kepada investor yang memiliki saham perusahaan sampai tanggal cum date tersebut.
  4. Perhatikan tanggal Ex-date dividen perusahaan, investor yang membeli saham pada tanggal ex-date dividen tidak akan mendapatkan dividen.
  5. Perhatikan dividen yield! dividen yield sendiri adalah perbandingan antara dividen yang diperoleh dengan harga saham perusahaan. Misalkan dividen yang dibagi sebesar Rp 100,- sedangkan harga sahamnya sebesar Rp 10.000,- maka dividen yield sebesar (100 / 10.000) = 1%. Semakin besar dividen yield yang didapat maka kamu semakin untung. Besar kecilnya dividen yield masing-masing investor tidak sama sehingga kamu pun harus menentukan nilai dividen yield kamu sendiri.
  6. Banyak investor yang membeli saham sampai tanggal cum date dividen sehingga harga sahamnya pun tinggi. Kita sebagai investor jangan sampai ketinggalan sehingga membeli saham dengan harga puncak sehingga dividen yield pun semakin kecil.
  7. Kita pun harus berhati-hati, biasanya harga saham akan turun ketika ex date dividen karena banyak investor yang menjual sahamnya, tentu karena sudah mendapatkan keuntungan berupa dividen.

2. Restrukturisasi Perusahaan

Kegiatan restrukturisasi perusahaan biasanya dilakukan perusahaan untuk meningkatkan kinerja seperti akusisi / merger, spin off, kuasi reorganisasi, kerja sama, dan perubahan sektor usaha.

Akusisi / Merger

Perusahaan yang sahamnya akan diakusisi oleh perusahaan besar apalagi oleh perusahaan asing maka kemungkinan besar saham perusahaan tersebut akan mengalami kenaikan yang signifikan. Dan juga berlaku sebaliknya, jika keputusan melakukan akusisi / merger mampu membuat kinerja perusahaan meningkat.

Tetapi kita harus berhati-hati terutama terhadap isu-isu yang beredar yang belum tentu kebenarannya. Jika akusisi tersebut hanya sebuah isu maka harga saham perusahaan yang diisukan akan diakusisi akan mengalami koreksi (turun) harga sahamnya.

Spin Off

Adalah keputusan perusahaan untuk memecah dirinya sendiri menjadi beberapa perusahaan mandiri. Misalnya perusahaan induk dengan anak perusahaannya memutuskan untuk memecah diri. Sehingga perusahaan induk berdiri sendiri dan fokus terhadap bisnisnya dan begitu juga dengan anak perusahaan.

Meskipun begitu perusahaan induk selalu mendukung anak perusahaan, baik dari segi finansial maupun strategi bisnis.

Kerja Sama

Perusahaan yang akan melakukan kerja sama dengan perusahaan lain untuk melancarkan kegiatan usahanya memang layak untuk dikoleksi. Kenapa? Karena hal tersebut menunjukkan sinyal positif untuk menumbuhkan kinerja perusahaan.

Kuasi Reorganisasi

Kuasi reorganisasi dilakukan untuk tujuan menyehatkan keuangan perusahaan dari sisi akuntansi dan biasanya dilakukan oleh perusahaan yang mengalami akumulasi kerugian dan defisit besar.

Dengan melakukan kuasi reorganisasi maka perusahaan merestrukturisasi modal yang dimilikinya dengan menghilangkan defisit dan menilai kembali seluruh aset maupun kewajibannya. Sehingga hal ini akan mencerminkan kondisi keuangan perusahaan yang sesungguhnya atau bahasa lainnya adalah me-refresh kondisi keuangan perusahaan.

Perubahan Sektor Usaha

Seiring berjalannya waktu perusahaan bisa merubah sektor usaha yang digelutinya. Ketika perusahaan yakin bahwa sektor usaha yang sedang digelutinya tidak mempunya prospek bisnis yang cerah maka perusahaan bisa mengganti sektor bisnis lain yang mampu mendatangkan keuntungan besar.

Jika terjadi pergantian sektor usaha maka kita sebagai investor sebaiknya menunggu selama 1-3 tahun sebelum membeli sahamnya. Kenapa? Karena kita belum tahu apakah penggantian sektor usaha yang dilakukan memang benar-benar mampu menghasilkan keuntungan besar seperti yang diprediksikan.

3. Merubah Harga Saham

Perusahaan mampu merubah harga sahamnya melalui beberapa mekanisme, seperti stock split, reverse split, right issue atau buy back.

Stock Split

Stock split adalah keputusan untuk memecah jumlah saham yang sedang beredar. Misalnya kamu mempunyai saham perusahaan kecap DEF sebanyak 1000 lembar dengan harga per lembar Rp 1.000,- kemudian perusahaan tersebut melakukan stock split 1:10, maka jumlah saham kamu menjadi 10.000 lembar dengan harga saham Rp 100,- per lembarnya.

Biasanya perusahaan melakukan stock split agar jumlah sahamnya bertambah banyak dan lebih likuid di pasar modal. Dan tentu harga saham yang lebih rendah maka akan banyak yang mampu membelinya. Tetapi kita harus tetap waspada dibalik alasan perusahaan memutuskan stock split.

Reverse Split

Kebalikan dari stock split, reverse split dilakukan oleh perusahaan untuk mengurangi jumlah saham yang beredar di pasar modal. Misalnya kamu memiliki saham perusahaan ABD sebanyak 1.000 lembar dengan harga per lembarnya Rp 1.000,- karena terjadi reverse split 10:1 maka jumlah saham yang kamu miliki menjadi 100 lembar dengan harga per lembar Rp 10.000,-.

Kita sebagai investor harus waspada terhadap kegiatan perusahaan seperti ini. Kita harus tahu apa alasan dibalik kegiatan reverse split, karena biasanya reverse split adalah sinyal negatif di pasar modal.

Right Issue

Adalah aksi korporasi yang bertujuan meluncurkan saham baru dan perusahaan akan mendapatkan dana segar dari penjualan saham baru tersebut. Dan kita sebagai investor akan mengalami delusi saham yang artinya prosentase kepemilikan saham kita akan menyusut. Sehingga right issue bisa dianggap sebagai aksi negatif. Apalagi jika tujuan perusahaan menggalang dana melalui right issue untuk membayar hutang, karena itu artinya perusahaan akan mendapatkan uang cuma-cuma untuk membayar utang. Tetapi jika right issue untuk kemajuan perusahaan maka keputusan tersebut bisa dipertimbangkan.

Buyback

Perusahaan bisa melakukan aksi buyback atau membeli sahamnya sendiri di pasar modal. Dan biasanya aksi buyback adalah aksi positif karena perusahaan tidak mungkin membeli sahamnya sendiri jika prospek bisnis yang sedang digelutinya tidak bagus.

Sehingga ketika perusahaan melakukan aksi buyback maka sahamnya akan langsung merangkak naik. Dan saham yang beredar pun akan mengalami penyusutan sehingga earning per share pun akan bertambah naik karena pendapatan perusahaan akan dibagi dengan jumlah saham yang lebih sedikit dibanding sebelum buyback.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here