Profile Saham CSRA (PT Cisadane Sawit Raya Tbk)

0
42
Profile Saham CSRA
Profile Saham CSRA

Profile saham CSRA (PT Cisadane Sawit Raya Tbk) secara singkat dapat dijelaskan sebagai berikut.

NamaPT Cisadane Sawit Raya Tbk
KodeCSRA
AlamatJL. Pluit Selatan Raya Komplek CBD Pluit Blok R2 B-25 Jakarta Utara, 14440 – Indonesia
Emailcorpsec@csr.co.id
Telepon(021) 66673312-15
Faks(021) 66673310-11
NPWP01.062.121.7-038.000
Websitehttps://csr.co.id/
Tanggal IPO09 Jan 2020
PapanPENGEMBANGAN
SektorAGRICULTURE
Sub SektorPLANTATION
Jumlah Saham (IPO)2.050.000.000 (lembar)

Profile Bisnis dan Produk Saham CSRA (PT Cisadane Sawit Raya Tbk)

PT Cisadane Sawit Raya didirikan pada 28 Oktober 1983 oleh Bapak Rudi Suhenda (alm.) dan Ibu Johanna Wirjoprawiro (alm.) yang telah bermitra bisnis selama lebih dari 25 tahun.

Bapak Rudi Suhendra memiliki latar belakang yang sangat luas dalam perdagangan kelapa sawit dan pembuatan sabun dari minyak sawit. Sementara Ibu Johanna Wirjoprawiro memiliki pengalaman bertahun-tahun dalam bidang perdagangan umum.

Pada September 2019, pemegang saham menyetujui Perseroan berubah menjadi perusahaan terbuka dan melakukan penawaran perdana saham kepada publik.

PT Cisadane Sawit Raya Tbk. mengembangkan kebun kelapa sawit di Kabupaten Labuhan Batu, Provinsi Sumatera Utara.

Penanaman pohon kelapa sawit pertama kali dilakukan pada tahun 1990 di kebun Sei Tampang, Negeri Lama. Perseroan juga memiliki Pabrik Kelapa Sawit (PKS) di area kebun yang mulai beroperasi sejak tahun 2007 dengan kapasitas 60 ton per jam untuk mengolah tandan buah segar (TBS) menjadi crude palm oil (CPO).

Saat ini Perseroan memiliki enam entitas anak usaha yang mayoritas diakuisisi dalam kondisi greenfield project.

Keenam entitas anak tersebut antara lain adalah PT Samukti Karya Lestari (SKL) yang berlokasi di Kabupaten Tapanuli Selatan, Provinsi Sumatera Utara; PT Sukses Sawit Gasing (SSG), PT Abiputra Bina Inter (ABI), dan PT Bintang Kenten Lestari (BKL) di Kabupaten Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan; serta PT Ina Zefanya Ataya (IZA) di Kabupaten Musi Rawas Utara dan PT Daya Agro Lestari (DAL) di Kabupaten Musi Rawas, Provinsi Sumatera Selatan.

Sampai saat ini Perseroan memiliki perkebunan kelapa sawit dengan lahan area usaha mencapai 29.000 hektar dan lahan tertanam mencapai sekitar 17.500 hektar dengan produksi TBS mencapai 260.000 ton per tahun.

Berbicara tentang perkebunan dan pabrik kelapa sawit, berikut ini adalah penjelasan singkatnya.

1. Perkebunan

Labuhan Batu

Perkebunan di bawah PT Cisadane Sawit Raya diawali dengan penanaman pertama pada tahun 1990 di kebun Sei Tampang, Negeri Lama. Lahan wilayah usaha perkebunan mencapai 7.700 hektar dan lebih dari 90% merupakan area tertanam. Total produksi TBS lebih dari 170.000 ton per tahun.

Banyuasin

Perkebunan di Banyuasin berada di bawah bendera PT Sukses Sawit Gasing, PT Abiputra Bina Inter, dan PT Bintang Kenten Lestari yang diakuisisi dalam kondisi greenfield project pada tahun 2010. Dengan luas total area tertanam mencapai 3.200 hektar, produksi TBS dari lokasi perkebunan Perseroan di Banyuasin mencapai 30.000 ton per tahun.

Tapanuli Selatan

Pada akhir tahun 2007, dalam kondisi masih berupa greenfield project, akuisisi dilakukan oleh Perseroan yang dilanjutkan dengan penanaman perdana dua tahun kemudian. Kini area tertanam di perkebunan yang dimiliki PT Samukti Karya Lestari di Sei Kemuning maupun Sei Batangtoru mencapai hampir 6.000 hektar dengan produksi TBS per tahun lebih dari 50.000 ton.

Musi Rawas

Perkebunan di Musi Rawas diakuisisi oleh Perseroan pada tahun 2013 di bawah entitas PT Daya Agro Lestari. Dari luas izin usaha yang mencapai 3.500 hektar, baru sekitar 20% yang merupakan area tertanam. Perseroan melanjutkan proses pembebasan lahan masyarakat yang memiliki areal di dalam izin lokasi Perseroan. Total produksi TBS dari lokasi perkebunan ini mencapai 2.500 ton per tahun dan terus meningkat dari tahun ke tahun.

Musi Rawas Utara

Perkebunan yang berada di Musi Rawas Utara dikelola oleh PT Ina Zefanya Ataya, diakuisisi oleh Perseroan pada tahun 2010 dengan kondisi greenfield project. Penanaman perdana dilakukan pada tahun 2013. Luas izin usaha mencapai 2.800 hektar, lahan tertanam masih sekitar 500 hektar, dan Perseroan masih meneruskan proses pembebasan lahan secara bertahap. Total produksi TBS yang dihasilkan dari kebun di Musi Rawas Utara per tahun mencapai 2.300 ton dan terus meningkat dari waktu ke waktu.

2. Pabrik

Labuhan Batu

Perseroan memiliki pabrik kelapa sawit (PKS) di dalam area kebun di Labuhan Batu yang mulai beroperasi pada tahun 2007 dengan kapasitas 60 ton per jam. Sebelumnya, Perseroan pernah memiliki PKS di Sigambal yang beroperasi sejak tahun 1995, namun kemudian dijual pada tahun 2008.

Selama 4 tahun terakhir sampai dengan Desember 2018, realisasi TBS yang diolah oleh pabrik stabil, dengan tingkat utilisasi antara 80- 85 persen dan tingkat OER mencapai sekitar 20 persen.

Volume produksi CPO per tahunnya mencapai lebih dari 50.000 ton. Pada tahun 2018, Perseroan menghasilkan hampir 54.000 ton CPO dan juga lebih dari 13.500 ton PK dari pabrik di Labuhan Batu.

Gimana, tertarik membeli saham CSRA?

Jika kamu tertarik membeli saham CSRA, jangan lupa melakukan analisis kinerja perusahaan (5 tahun terakhir) melalui laporan keuangan (kuartal maupun tahunan) terlebih dahulu. Kenapa? Agar kamu tidak salah membeli saham, terutama saham yang hanya menghasilkan kerugian saja.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here